My Life Journal, My Life Blog, My Experience...

Tips Hindari Bapak Kos

Percaya ngga percaya setiap bapak kos punya kecenderungan untuk tidur di jam-jam tertentu. Catat jam tersebut. Itu adalah aset anak kos! Sebab jam-jam inilah yang akan menyelamatkan muka anak kos dari tuduhan ngga tepat janji alias molor-molor dalam membayar uang bulanan. Kok bisa sih...

Selamat malam pejuang cinta. Kembali lagi bersama saya, Xeo dalam acara bernafas dalam lumpur, sebuah acara dengan durasi 30 hari yang bertemakan cerita-cerita tidak lucu, tidak menarik dan sudah layak dan sepantasnya masuk ke dalam tong sampah. Hari ini cak brewok akan membagikan tips telat mbayar kos tapi image tetep baik.

Pertama, gunakan gaya hacker digabung pembobol ATM BCA. Yang mbobolnya nggak pakai komputer, tapi pakek linggis. Sungguh, tips pertama ini benar-benar berat dan membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Banyak yang kepising gara-gara pengin langsung berhasil. Selain butuh penciuman yang tajam, anak kos harus rajin-rajin mencatat kapan biasanya bapak kos tidur. Percaya ngga percaya setiap bapak kos punya kecenderungan untuk tidur di jam-jam tertentu. Dan jam-jam inilah yang akan menyelamatkan muka anak kos dari tuduhan ngga tepat janji alias molor-molor dalam membayar uang bulanan. Kok bisa sih?

Kedua, adopsi gaya salesman nawarin barang. "Selamat siang bu," tanya si salesman menawarkan obat kuat ramuan Madura, "Bapaknya ada?" "wah, bapak lagi ke kantor," kata si nyonya rumah ramah. "Yah, sayang. Padahal saya mau nawarin barang yang membuat bapak dan ibu lebih lincah," kata si salesman. "Ya udah deh, besok aja kalau bapak ada. Enaknya langsung ketemuan aja."
Ketiga, lazim disebut cara Maduma. Masuki Dunia Maya. Semua serba maya. Termasuk duitnya ikutan maya. Begini caranya, pulanglah ke kos ketika bapak kos sedang terlelap. Sok PD, seolah sudah bayar kos. Perlu sedikit heroik saat berpapasan dengan ibu kos.

"Wah, Ibu. Kebetulan sekali, saya mau bayar uang kos neh. Bapaknya ada?"
"Waduh, Dek. Bapaknya lagi tidur jee. Gimana kalau dititipin ibu aja?"
"Saya sih mau aja. Tapi pesennya ibu saya, lebih baik langsung ke Bapak saja. Biar enak mencatatnya. Kan bapak yang pegang kuitansi."
"O, itu nggak masalah. Kami terbuka, kok," kata Ibu kos sembari siram-siram.
"Wah, kalau gitu ngga aja deh bu. Soalnya saya banyak kerjaan, ntar kalau bingung masalah catetan malah ngerepotin ibu juga."

Meskipun duit tidak ada di dompet, asalkan cara itu dijalankan dengan penuh percaya diri, insya allah hasilnya akan mustajab dan jadi berkah untuk anak kos yang bersangkutan. Bagaimanapun juga, anak kos sudah menunjukkan usaha baik meskipun niatnya busuk. Saya pernah mencobanya dan sukses. Kalau masih ingin tau lebih, saya bersedia menjadi pembicara di seminar-seminar. Saya bantu untuk membuat tema seminar. Gimana kalau bertema: Licik Tak Berarti Jujur. Atau ini aja, "Janjinya Maya, Untungnya Nyata". Bisa juga: Anak Kos serasa Anak Bos

source: empalbrewok.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

About Me

Foto Saya
Blogger newbie gitu... suka ama bahyak hal baru, pengetahuan baru. mendedikasikan diri kepada ilmu pengetahuan alam dan tekhnologi informasi dan komunikasi